KOLAKA – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus menggenjot pembangunan Nursery atau pusat persemaian yang terletak di area Kebun Raya Kolaka, Desa Lalonggolosua, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka.
Berdiri di atas lahan seluas 4,62 hektare, nursery ini ditargetkan menghasilkan 700 ribu bibit tanaman setiap tahunnya.
“Nursery ini harus siap sebelum fase operasional dimulai, sehingga kami menargetkan pada Oktober atau November tahun ini sudah selesai,” kata Manager Environment & Permit Management Pomalaa, Firman Gunawan, Kamis (24/7/2025).
Ia menyebutkan, nursery akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti perkantoran, laboratorium kultur jaringan, pengolahan limbah, hingga ruang terbuka hijau.
Nantinya, fasilitas nursery ini tidak hanya menjadi pusat pengembangan tanaman yang akan dimanfaatkan untuk mereklamasi bekas tambang semata, tetapi juga akan dimanfaatkan sebagai pusat edukasi lingkungan dan pelatihan.
Dalam area nursery ini, PT Vale akan mengembangkan ratusan bibit tanaman pionir serta tanaman endemik Sulawesi Tenggara seperti Kolaka (Syzygium), Kalapi (Kalappia celebica Kosterm), Kuku (Pericopsis mooniana), dan Anggrek sorume (Dendrobium utile).
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, PT Vale menyadari bahwa setiap aktivitas harus berjalan secara bertanggung jawab. Pembangunan nursery merupakan wujud komitmen PT Vale dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan. (as)






