KOLAKA – Musibah banjir yang merendam sebagian area persawahan dan perumahan warga Desa Oko-oko, Kecamatan Pomalaa, serta Desa Lamendai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, tak luput dari perhatian PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale). Sebagai salah satu perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah tersebut, Perseroan menyampaikan empati dan menegaskan komitmen untuk menjalankan praktik bisnis yang beretika, transparan, dan bertanggung jawab yang dilandasi oleh prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang diterapkan secara konsisten di seluruh lapisan organisasi maupun proyek yang sedang dikembangkan.
Head of Corporate Communication PT Vale, Vanda Kusumaningrum mengatakan, musibah banjir di Pomalaa dan Watubangga bukanlah hal yang diharapkan, karena komitmen perusahaan adalah menjalankan operasional dengan tetap memperhatikan kaidah pertambangan yang baik sehingga dampak yang dirasakan masyarakat dan lingkungan dapat diminimalisir, termasuk tetap menjaga kualitas air di wilayah perusahaan beroperasi. Perseroan, kata dia, percaya bahwa tata kelola yang baik merupakan fondasi utama untuk mencapai keberlanjutan dan kesuksesan jangka panjang.
“Tata kelola yang baik dan keberlanjutan adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Dalam seluruh kegiatan operasional, kami menerapkan standar internasional Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk memastikan setiap proyek memberikan kontribusi positif bagi manusia, lingkungan, dan kemakmuran bersama,” katanya, Selasa (18/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa di Pomalaa, PT Vale masih berada pada tahap konstruksi, dengan fokus pada persiapan serta pembangunan infrastruktur. Meski belum memasuki tahap produksi, langkah-langkah perlindungan lingkungan dan sosial telah diterapkan sejak dini untuk mengantisipasi potensi dampak.
Pemantauan kualitas udara dan air juga dilakukan secara berkala guna memastikan ekosistem lokal serta akses terhadap air tetap terlindungi dengan baik. Upaya ini dijalankan bersama otoritas terkait.
Intens Lakukan Pemantauan Lingkungan
Menghadapi intensitas hujan yang tinggi, PT Vale terus melakukan pemantauan rutin di sejumlah pengambilan sampel di area operasional, termasuk area tangkapan air yang mengalir ke Sungai Oko-oko, untuk memastikan tidak terjadi gangguan terhadap kualitas lingkungan. Demikian pula yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Huko-huko, Kecamatan Pomalaa, perusahaan memastikan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir yang menyebabkan pocket-pocket pond meluap dan tidak dapat menampung volume air hujan.
“Tim lapangan PT Vale saat ini telah melakukan sejumlah langkah perbaikan dan pengendalian untuk mengantisipasi kondisi tersebut serta meminimalkan dampak,” sebutnya.
Tak hanya itu, PT Vale juga melakukan pendataan serta pengumpulan informasi terkait potensi dampak terhadap lahan pertanian ataupun tambak masyarakat di sekitar aliran Sungai Huko-huko. PT Vale berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang jelas, transparan, dan dapat diverifikasi mengenai kinerja keberlanjutan perusahaan, serta menyambut masukan konstruktif untuk memperkuat praktik yang dijalankan. Seluruh rencana pengelolaan lingkungan dan sosial, termasuk AMDAL, RKL, dan RPL, disusun melalui proses konsultasi publik agar aspirasi masyarakat dapat didengar dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.
“Kami terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk pengawas dari lembaga pemerintah, demi penanganan isu ini secara menyeluruh. Kami juga memahami pentingnya menjaga dialog yang terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sipil dan media,” katanya.
PT Vale terus berkomitmen untuk menjalankan praktik bisnis yang beretika, transparan, dan bertanggung jawab dilandasi oleh prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang diterapkan secara konsisten di seluruh lapisan organisasi maupun proyek yang sedang dikembangkan. (eno)







