Menu

Mode Gelap

Ekonomi & Bisnis · 14 Mei 2023 20:04 WITA ·

Petani Binaan PT Vale di Desa Ululere Panen Padi Organik Musim Ketiga


 Petani Binaan PT Vale di Desa Ululere Panen Padi Organik Musim Ketiga Perbesar

MOROWALI – Petani binaan program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) melalui metode System of Rice Intensification (SRI) Organik PT Vale Indonesia Tbk kembali panen, Minggu (7/5/2023).

PSRLB merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan PT Vale di area pemberdayaan. Panen perdana di musim ketiga ini dilaksanakan di lahan seluas 35 Are (0,35 Hektar) milik Rudi (47) di Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali.

Rudi mengungkapkan bahwa hasil panennya kian melimpah dan terus mengalami peningkatan. Sebab panen kali ini menghasilkan kapasitas produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 1,4 ton dibanding saat bertani secara konvensional yang hanya mencapai 0,9 ton. Ia menyebut diperlukan ketekunan dan kesabaran yang luas dalam prosesnya.

“Alhamdulillah hasil ubinan saya meningkat terus bukan hanya harus tekun, sabar tentunya juga kreatif sehingga menghasilkan hasih gabah yang melimpah,” ungkapnya.

Tak hentinya pula ia menyampaikan terimakasih kepada PT Vale bersama tim pendamping yang telah memfasilitasi lahannya untuk digarap secara serius menggunakan metode SRI Organik. Ia juga mengutarakan bahwa beberapa hambatan tidak dapat dihindari. Karena itu ia mengharapkan dukungan penuh dari PT Vale untuk berkomitmen membantu mengatasi sejumlah permasalahan yang dihadapi para petani.

“Terimakasih PT Vale dan juga tim pendamping yang telah berdedikasi membantu kami bertani organik. Kedepannya kami berharap agar PT Vale dapat membantu kami seperti alat penyiangan, mesin pencacah, rumah kompos dan alat angkut bahan kompos untuk menunjang kegiatan kami,” urainya.

Dalam menjalankan pertambangan yang berkelanjutan, PT Vale Indonesia memiliki komitmen dan kepedulian untuk turut serta dalam pembangunan di Indonesia dan membangun masa depan yang lebih baik melalui program sosialnya.

Project Director PT Vale Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, Topan Prasetyo menyebut, pertanian organik menjadi salah satu program andalan PT Vale untuk bergerak bersama masyarakat, serta pemerintah yang bersifat jangka panjang dan tidak bergantung pada industri tambang. Dimana hal itu diharapkan dapat mendorong masyarakat hidup sejahtera dan mandiri serta tangguh di masa depan.

“Kami ingin membawa dampak positif di wilayah kami beroperasi. Hal ini sejalan dengan visi perseroan yang senantiasa hadir untuk meningkatkan kualitas hidup. Program pertanian organik ini digodok untuk kemandirian dan ketangguhan para petani kita agar tidak bergantung pada sektor pertambangan tapi menopang kebutuhan pangan industri serta lebih resilien menghadapi tantangan global di masa mendatang,” tandasnya.

Diketahui, program pertanian organik binaan PT Vale terus menunjukkan trend positif sepanjang tahun 2023. Awalnya hanya berjumlah 12 orang di tahun 2021, saat ini hingga Mei 2023 total sebanyak 23 orang petani padi organik bertambah. Sementara, total lahan garapan area binaan PT Vale saat ini bertambah menjadi 4,2 hektar yang sebelumnya hanya seluas 1,1 hektar. Penambahan ini meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan sejak musim pertama 2021 yang mencapai 3,75 ton hingga total di musim ketiga per Mei 2023 sebesar 9,9 ton. (*)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Baca Lainnya

PT Vale Capai Kinerja Keuangan yang Solid pada Triwulan Pertama Tahun 2026

29 April 2026 - 21:59 WITA

Perkuat Strategi Keuangan Berkelanjutan, PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Sindikasi Berbasis ESG Senilai US$750 Juta

24 April 2026 - 10:16 WITA

ANTAM Raih PROPER Hijau, Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

12 April 2026 - 15:57 WITA

Tebar Kebahagiaan Idulfitri, IPIP Bagikan Parsel Lebaran untuk Keluarga Prasejahtera

25 Maret 2026 - 10:35 WITA

PT Vale Bukukan Laba AS$76,1 Juta

17 Maret 2026 - 08:35 WITA

Lewat Buka Puasa Bersama, CCESCC Komitmen Ciptakan Lingkungan Kerja Harmonis

10 Maret 2026 - 18:08 WITA

Trending di Ekonomi & Bisnis