Menu

Mode Gelap

Ekonomi & Bisnis · 26 Jul 2025 15:53 WITA ·

PT Vale IGP Pomalaa Dorong Pengembangan Padi Organik


 Padi organik. Perbesar

Padi organik.

KOLAKA – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, mengembangkan padi organik melalui penerapan System of Rice Intensification (SRI) Organik.

Program yang menyasar petani di sekitar area pertambangan ini, bertujuan untuk mengembangkan pertanian ramah lingkungan sebagai komoditas unggulan daerah dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Senior Manager External Relation Pomalaa, Hasmir mengatakan, program pertanian organik berawal dari pendampingan intensif selama tiga tahun atau sejak 2021. Kemudian pada 2024, program tersebut mulai berkembang menjadi model bisnis mandiri dan berkelanjutan.

Sebagai tahap awal, pihaknya memulai program ini di dua kecamatan, yakni Baula dan Pomalaa sebagai pilot project. Para petani diberikan pelatihan menanam padi organik varietas Mentik Susu, sekaligus diberikan pemahaman tentang metode ‘SRI’.

Program tersebut kini sudah menjangkau empat kecamatan, yakni Tanggetada, Pomalaa, Baula, dan Wundulako, dengan total luas lahan mencapai 11 hektare.

Watno, salah seorang petani binaan PT Vale mengatakan bahwa sebagai petani yang sudah cukup lama menerapkan pertanian konvensional, ia sempat diliputi keraguan dengan program tersebut. Namun setelah mengikuti pelatihan, ia pun semakin membulatkan tekad untuk menerapkan SRI Organik.

“Kami diperkenalkan apa itu SRI Organik, kemudian kami dilatih cara membuat pupuk organik. Dan ini hasilnya,” kata Watno sambil memperlihatkan beras organik yang sudah dikemas, Kamis (24/7/2025).

Menurut pria yang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Petani Organik Kolaka (Aspok) ini, bertani padi organik tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga sudah pasti menyehatkan.

“Beras organik tidak hanya mengutungkan dari hasil penjualan, tapi yang terpenting itu kita mengonsumsi beras yang sehat,” ujar Watno.

Saat ini, harga beras organik di pasaran mencapai Rp 24ribu per kilogram, sedangkan beras konvensional sekitar Rp 18 ribu per kilogram. Meski harga beras organik cukup mahal, namun para petani kewalahan melayani permintaan pembeli.

“Produksi masih terbatas sementara permintaan masyarakat cukup besar, sehingga kami kadang kewalahan,” akunya.

Melalui program ini, PT Vale berkomitmen untuk menjaga praktik berkelanjutan serta Environment, Social and Governance (ESG). PT Vale percaya bahwa kemajuan perusahaan harus sejalan dengan nilai yang diusung: tumbuh bersama dan bergerak secara berkelanjutan. (as)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

Baca Lainnya

Penutupan Pelatihan Kain Tenun dan Tali Rajut, Wujud Komitmen Perusahaan dalam Pemberdayaan Masyarakat

6 Juli 2026 - 07:55 WITA

PT ANTAM Raih Penghargaan Terbaik II Rehabilitasi DAS Sulawesi Tenggara

24 Juni 2026 - 17:18 WITA

ANTAM Bagikan Dividen Rp 5,04 Triliun, Catatkan Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah

12 Juni 2026 - 14:30 WITA

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Antam Kolaka Tanam Ribuan Pohon di Bukit Tera

11 Juni 2026 - 15:11 WITA

IPIP Tunjukkan Kepedulian terhadap Budaya Indonesia Melalui Seminar Budaya Lokal

9 Juni 2026 - 19:46 WITA

PT Vale Catatkan Kinerja Solid Tahun Buku 2025 hingga Tetapkan Dividen

2 Juni 2026 - 19:36 WITA

Trending di Ekonomi & Bisnis