KOLAKA – Rektor Universitas Sembilan belas November (USN) Kolaka Prof Dr. H. Nur Ihsan HL, M.Hum resmi di kukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Bahasa.
Pengukuhan tersebut melalui sidang terbuka senat USN Kolaka yang digelar di salah satu hotel di Kolaka dan dihadiri Guru Besar Prof. Dr. Amirullah, S.Pd. M.Ed. selaku ketua senat, Sekda Kolaka, Wakil ketua DPRD Kolaka, Forkompinda, akademisi, dan para kepala sekolah sekabupaten Kolaka, Kamis (2/4/2026).
Dalam sambutannya Prof Nur Ihsan mengatakan, kegiatan pengukuhan hari ini bukanlah semata-mata kegiatan formalitas akademik formal, melainkan sebuah penegasan atas dedikasi panjang dan komitmen tanpa henti terhadap pengembangan keilmuan serta pendidikan bangsa pencapaian pada jenjang akademik tertinggi.
Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari dukungan sinergi dan doa dari berbagai pihak. “Perkenankan saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tertingginya kepada Ketua dan anggota serat Universitas 19 November belakang kemudian jajaran pimpinan universitas dan fakultas serta segenap sejawat akademik yang telah memberikan penjelasan yang telah memberikan penderitaan kepercayaan sekaligus ruang dialektika yang konstruktif selama ini,” katanya.
Dirinya juga menyampaikan terimakasih secara khusus yang tak terhingga kepada keluarga tercinta istri dan anak-anak yang senantiasa menjadi viral penyokong moral sumber inspirasi dan perintah di dalam setiap fase perjalanan intelektual.
Dijelaskannya, bahwa pengukuhan jabatan guru besar ini bukanlah akhir dari sebuah pencapaian akademik namun justru menjadi titik tolak terbangunnya tanggung jawab itu fungsional dan keilmuan yang lebih masif terdapat amanah besar untuk terus memproduksi keperluan ilmu pengetahuan sebagaimana yang kita ketahui dalam ilmu riset yang disebut dengan novel ini khususnya di dalam kursus pendidikan bahasa yang berkedudukan sebagai sentral pembudayaan karakter dan esensi kecerdasan suatu bangsa akademik.
Selain itu, dalam orasi ilmiahnya yang berjudul pendekatan pragmatik dalam pembelajaran bahasa, Prof Nur Ihsan menyampaikan bahwa dari tema umum ini ada lagi secara spesifik dengan tema kecil, yakni membangun kompetensi komunikasi yang santun kritis dan berdampak sosial. Pemilihan diksi khusus ini dilandasi oleh refleksi dan observasi mendalam terhadap dinamika serta tantangan pedagogi bahasa di tengah pusaran kurikulum merdeka dan disrupsi era digital saat ini.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional tengah berhadapan dengan dilema pragmatik di satu sisi dituntut untuk tetap konsisten sebagai instrumen perekat persatuan bangsa, namun di sisi lain harus memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap konstelasi perkembangan zaman tanpa menanggapi kesantunan pragmatik maupun identitas kearifan lokal.
“Saya akan menyampaikan orasi ilmiah saya sebagai bentuk pertanggungjawaban keilmuan sebagai dosen dan sebagai guru besar Universitas 19 November tolakan orasi ilmiah ini seyogianya memuat minimal tiga item apalagi ini disebut dengan orasi ilmiah,” tutupnya. (Eno).







