Menu

Mode Gelap

Daerah · 5 Jun 2026 21:44 WITA ·

Jawab Tantangan Arus Informasi yang Tak Terkendali, PWI Kolaka dan PT ANTAM Gagas Program Berkelanjutan


 Jawab Tantangan Arus Informasi yang Tak Terkendali, PWI Kolaka dan PT ANTAM Gagas Program Berkelanjutan Perbesar

KOLAKA – Maraknya informasi digital yang sering disertai penyebaran berita palsu dan informasi tidak benar (hoax), upaya meningkatkan pemahaman media masyarakat menjadi tantangan yang sangat mendesak. Tidak hanya di kota-kota besar, kebutuhan ini juga dirasakan hingga ke tingkat desa, tempat informasi publik menjadi dasar penting bagi pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Kesadaran ini yang menjadi salah satu semangat dalam pertemuan antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kolaka dan PT ANTAM Tbk UBP Nikel Kolaka di Wisma Fitrah, Kompleks ANTAM Pomalaa, Jumat (5/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung dengan suasana hangat ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga ruang untuk membangun kerja sama dalam meningkatkan kualitas informasi publik dan pengembangan sumber daya manusia di daerah.

Ketua PWI Kolaka, Abdul Saban, berpendapat bahwa peningkatan pemahaman media menjadi kebutuhan prioritas sat ini, karena perkembangan teknologi digital telah membuka akses informasi luas bagi masyarakat. Namun hal ini tidak dibarengi dengan kemampuan memilah informasi yang benar dan dapat dipercaya.

“Pemahaman media sangat penting agar masyarakat, termasuk aparat desa, mampu memahami cara kerja media dan dapat menyikapi informasi dengan bijak. Karena itu, kami berencana melaksanakan program pemahaman media di desa” ujar Abdul Saban.

Menurut dia, desa merupakan garda terdepan pelayanan publik yang kini juga dihadapkan pada tantangan komunikasi digital. Aparat desa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat, tetapi juga harus dapat mengelola informasi secara akurat dan bertanggung jawab.

Fenomena banyaknya informasi yang terjadi saat ini telah mengubah pola komunikasi masyarakat. Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh lembaga media, tetapi juga oleh individu melalui berbagai platform digital. Dalam situasi seperti itu, kemampuan masyarakat untuk membedakan fakta dan opini menjadi semakin penting.

Karena itu, penguatan pemahaman media dipandang sebagai investasi sosial yang memiliki dampak jangka panjang. Tidak hanya mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Selain pemahaman media, peningkatan kualitas jurnalisme juga menjadi perhatian. PWI Kolaka berencana mendorong lebih banyak wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas produk jurnalistik di daerah.

Dalam ekosistem informasi yang semakin terbuka, wartawan tidak hanya dituntut cepat menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menjaga akurasi, verifikasi, dan etika jurnalistik. Kepercayaan masyarakat terhadap media sangat bergantung pada kualitas kerja jurnalistik yang dihasilkan.

Sementara itu, Kolaka Region CSR & External Relations Sub Division Head PT ANTAM UBP Nikel Kolaka, Muhammad Rusdan menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas wartawan dan penguatan pemahaman masyarakat merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Program-program yang disampaikan sangat positif untuk kemajuan desa dan peningkatan kualitas wartawan. Kami akan berkoordinasi lebih lanjut agar rencana tersebut dapat didukung,” ujarnya.

Dukungan terhadap penguatan kapasitas insan pers dinilai relevan dengan kebutuhan daerah yang tengah berkembang. Pers yang profesional tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi mitra kritis dalam mengawal pembangunan serta menjembatani komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga membahas rencana penyelenggaraan lomba jurnalistik oleh PT ANTAM UBP Nikel Kolaka yang terbuka bagi wartawan maupun masyarakat umum. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi lahirnya karya-karya jurnalistik yang mampu mengangkat berbagai potensi, tantangan, dan dinamika pembangunan daerah.

Di berbagai daerah, kerja sama antara organisasi profesi, pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor usaha semakin dipandang penting dalam membangun masyarakat yang adaptif terhadap perubahan zaman. Tantangan informasi tidak lagi dapat dihadapi oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja bersama berbagai pemangku kepentingan.

Di Kabupaten Kolaka, semangat tersebut mulai menemukan bentuknya. Melalui kerja sama antara PWI dan ANTAM, penguatan pemahaman media hingga ke desa-desa serta peningkatan kemampuan wartawan diharapkan tidak hanya menghasilkan informasi yang lebih berkualitas, tetapi juga melahirkan masyarakat yang semakin kritis, cerdas, dan mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

Pada akhirnya, di tengah banyaknya informasi yang terus mengalir tanpa henti, kualitas informasi publik menjadi salah satu fondasi penting pembangunan. Dari ruang redaksi hingga balai desa, dari wartawan hingga masyarakat, upaya membangun budaya informasi yang sehat menjadi pekerjaan bersama yang menentukan kualitas demokrasi dan masa depan daerah.(Red)

Artikel ini telah dibaca 64 kali

Baca Lainnya

Teguhkan Komitmen Perkuat Sinergi dan Kebersamaan, IPIP Raih Penghargaan dari Pemkab Kolaka

20 Agustus 2026 - 17:51 WITA

Harmoni PT Vale dan Masyarakat Adat di Wonua Mekongga, Satukan Persepsi Jaga Keberlanjutan Sosial-Ekonomi

12 Agustus 2026 - 16:22 WITA

Kolaborasi untuk Kemajuan Desa: PT Vale, Pemkab Morowali, dan Masyarakat Luncurkan Desa Wisata Unsongi

10 Agustus 2026 - 20:25 WITA

Tanggapi Ketegangan Jalur Hauling Pomalaa, Bupati Kolaka: Jangan Ada Premanisme Industrial

5 Agustus 2026 - 15:10 WITA

Kejari Kolaka Kunjungi IPIP, Perkuat Sinergi Dunia Usaha dan Penegakan Hukum

4 Agustus 2026 - 17:29 WITA

Bertumbuh dengan Tanggung Jawab, PT Vale Perkuat Hilirisasi dan Keberlanjutan di Morowali

26 Juli 2026 - 19:22 WITA

Trending di Daerah