Menu

Mode Gelap

Ekonomi & Bisnis · 7 Mar 2026 16:23 WITA ·

Firlan M. Alimsyah Soroti Kelangkaan LPG 3 Kg


 Firlan M. Alimsyah Soroti Kelangkaan LPG 3 Kg Perbesar

KOLAKA –  Keluhan kelangkaan LPG 3 Kg di masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Wundulako, Baula, dan Kecamatan Pomalaa, direspons cepat oleh anggota DPRD Kabupaten Kolaka, Firlan Muharram Alimsyah. Dalam waktu dekat, Firlan akan memanggil pihak Pertamina dalam rapat dengar pendapat (RDP).

“Sudah banyak laporan masyarakat terkait kelangkaan LPG. Secepatnya kami akan menggelar RDP bersama pihak terkait,” katanya, Sabtu (7/3/2026).

Kata dia, selain megeluhkan kelangkaan LPG 3 Kg, masyarakat juga menyoroti harga gas subsidi tersebut yang melebihi harga yang sudah ditetapkan. Padahal, kebutuhan akan LPG 3 Kg sangat masif, terutama menjelang hari raya Idul Fitri.

“Banyak warga yang mengeluhkan harga LPG 3 Kg yang dijual itu mencapai Rp50 ribu per tabung,” sebutnya.

Menurutnya, kelangkaan LPG 3 Kg tidak perlu terjadi. Sebab di Kabupaten Kolaka terdapat stasiun pengisian LPG 3 Kg. Karena itu, ia mendesak dinas terkait untuk melakukan pengawasan.

“Ini yang harus ditelusuri, karena jangan sampai LPG subsidi ini disalahgunakan ke tempat lain oleh agen pangkalan LPG. Apalagi Kabupaten Kolaka merupakan kota industri, tentu banyak usaha yang sedang berjalan,” katanya. (Eno)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

Baca Lainnya

Penutupan Pelatihan Kain Tenun dan Tali Rajut, Wujud Komitmen Perusahaan dalam Pemberdayaan Masyarakat

6 Juli 2026 - 07:55 WITA

PT ANTAM Raih Penghargaan Terbaik II Rehabilitasi DAS Sulawesi Tenggara

24 Juni 2026 - 17:18 WITA

ANTAM Bagikan Dividen Rp 5,04 Triliun, Catatkan Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah

12 Juni 2026 - 14:30 WITA

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Antam Kolaka Tanam Ribuan Pohon di Bukit Tera

11 Juni 2026 - 15:11 WITA

IPIP Tunjukkan Kepedulian terhadap Budaya Indonesia Melalui Seminar Budaya Lokal

9 Juni 2026 - 19:46 WITA

PT Vale Catatkan Kinerja Solid Tahun Buku 2025 hingga Tetapkan Dividen

2 Juni 2026 - 19:36 WITA

Trending di Ekonomi & Bisnis