Menu

Mode Gelap

Ekonomi & Bisnis · 16 Jun 2025 14:07 WITA ·

Direktur IGW Harap Pemda Kolaka Berikan Kenyamanan dan Keamanan Investasi


 Aksi demontrasi yang dilakukan sekelompok masyarakat yang mengatas namakan dirinya Masyarakat Lingkar Tambang (MATA) di wilayah IUP PT Ceria Nugraha Indotama beberapa waktu lalu. Perbesar

Aksi demontrasi yang dilakukan sekelompok masyarakat yang mengatas namakan dirinya Masyarakat Lingkar Tambang (MATA) di wilayah IUP PT Ceria Nugraha Indotama beberapa waktu lalu.

KOLAKA – Aksi demontrasi yang dilakukan sekelompok masyarakat yang mengatas namakan dirinya Masyarakat Lingkar Tambang (MATA) di wilayah IUP PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) beberapa waktu lalu, menuai kritikan dari Indonesia Government Watch (IGW). Dia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dan aparat penegak hukum memberikan jaminan kenyamanan, kemudahan dan keamanan pada perusahaan dalam berinvestasi.

“Pemerintah daerah dan aparat keamanan wajib memberikan jaminan kenyamanan, kemudahan dan keamanan investasi,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Government Watch, Risal Hidayatullah, Senin (15/6/2025).

Risal mengungkapkan bahwa aksi demontrasi sah-sah saja jika itu murni untuk kepentingan masyarakat. Namun aksi yang dilakukam MATA saat kunjungan strategis investor asal Jepang ke kawasan industri nikel PT CNI di Kecamatan Wolo, Kolaka, perlu dipertanyakan dan terkesan bukan sekadar penyampaian aspirasi masyarakat, tapi bisa dikategorikan aksi premanisme berkedok ormas.

Meski perusahaan telah menerima aspirasi mereka dengan terbuka, namun Risal meminta pihak berwenang melakukan proses hukum yang adil dan terbuka terhadap siapapun yang terlibat dan diduga kuat melakukan tindakan premanisme berkedok ormas, dan menganggu aktivitas investasi dalam negeri, terkhusus di wilayah Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Kami mendesak pemerintah daerah dan aparat hukum agar memberi perhatian serius, dan segera melakukan tindakan pemulihan terhadap situasi yang dapat mengancam stabilitas daerah di tengah semangat investasi yang terus tumbuh,” tegasnya.

Risal menegaskan, aksi yang dilakukan MATA mengganggu agenda strategis negara, karena kunjungan mitra investasi, tidak dapat dipandang ringan. “Mereka tamu negara, dan membawa jawaban atas harapan pemerintah, masyarakat, dan perusahaan. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum wajib memastikan posisi dan peran aktif seluruh pihak yang terlibat dalam rantai aksi ini,” desaknya.

Di tengah upaya pemerintah pusat untuk menarik investasi asing dalam industri hilirisasi pertambangan nikel, insiden ini menjadi pengingat bahwa iklim sosial kemasyarakatan di sekitar tambang tak kalah pentingnya dari stabilitas regulasi dan ekonomi. Kejadian seperti ini bila dibiarkan akan menjadi antitesa dari perintah Presiden Prabowo yang menginginkan iklim investasi terus bertumbuh kearah yang lebih baik.

“Kita berharap posisi dan peran organisasi masyarakat tidak hanya menyulut api, tapi juga menyiram dengan cahaya, agar menjadi benar dan menjadi besar. Karena salah satu kewajiban moral kita adalah memberi dukungan kepada investasi, guna menjawab harapan besar masyarakat untuk lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Aktifis yang dikenal di sektor lingkungan dan pertambangan nasional ini menegaskan, perusahaan yang mengelolah wilayah izin usaha pertambangan, dan masuk PSN serta telah membangun smelter RKEF bukan karena kebetulan, tetapi karena ketetapan dan kesiapan. Karena itu hendaknya menjadi pelaku perubahan yang menghadirkan cahaya, di pusat kekuatan energi dunia. (red)

Artikel ini telah dibaca 77 kali

Baca Lainnya

IPIP Tunjukkan Kepedulian terhadap Budaya Indonesia Melalui Seminar Budaya Lokal

9 Juni 2026 - 19:46 WITA

PT Vale Catatkan Kinerja Solid Tahun Buku 2025 hingga Tetapkan Dividen

2 Juni 2026 - 19:36 WITA

Antam Salurkan Ribuan Paket Daging Kurban

27 Mei 2026 - 20:00 WITA

PT Vale Capai Kinerja Keuangan yang Solid pada Triwulan Pertama Tahun 2026

29 April 2026 - 21:59 WITA

Perkuat Strategi Keuangan Berkelanjutan, PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Sindikasi Berbasis ESG Senilai US$750 Juta

24 April 2026 - 10:16 WITA

ANTAM Raih PROPER Hijau, Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

12 April 2026 - 15:57 WITA

Trending di Ekonomi & Bisnis