Menu ✖

Mode Gelap

Pendidikan · 20 Sep 2025 20:06 WITA ·

Briket Batok Kelapa, Inovasi Dosen USN Kolaka Buka Peluang Ekonomi Baru di Buton Tengah


 Briket Batok Kelapa, Inovasi Dosen USN Kolaka Buka Peluang Ekonomi Baru di Buton Tengah Perbesar

BUTON TENGAH – Limbah batok kelapa yang selama ini terbuang percuma di Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, kini bertransformasi menjadi sumber energi alternatif bernilai ekonomi.

Berkat kolaborasi antara tim dosen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka dan kelompok tani setempat, masyarakat desa mulai melihat peluang baru dalam pengolahan briket batok kelapa. Program pengabdian masyarakat yang dipimpin oleh Edi Ilimu ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa dan warga.

Dalam kegiatan tersebut, tim USN Kolaka tidak hanya memberikan pelatihan teknis pembuatan briket, tetapi juga menyerahkan sejumlah peralatan produksi kepada kelompok tani, seperti mesin penghancur arang, pengaduk adonan, pencetak briket, dan alat pembakar batok kelapa.

Kepala Desa Gumanano, Halidun, menyebut inisiatif ini sebagai terobosan penting dalam mengoptimalkan potensi lokal. “Desa kami kaya akan kelapa, tapi batoknya selama ini hanya jadi limbah. Pelatihan ini membuka mata kami bahwa limbah pun bisa jadi berkah,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani, Amidun, mengungkapkan bahwa selama ini petani hanya mengandalkan penjualan kopra. Dengan hadirnya teknologi briket, mereka kini memiliki alternatif usaha yang lebih menjanjikan.

“Kami bisa produksi lebih banyak dan menjual dengan harga bersaing. Ini sangat membantu,” katanya.

Tak hanya soal produksi, tim dosen juga membekali warga dengan strategi pemasaran dan pengelolaan usaha kecil berbasis komunitas. Tujuannya, agar program ini tidak berhenti di tahap pelatihan, melainkan berkembang menjadi usaha berkelanjutan yang memperkuat ekonomi desa.

“Ini adalah wujud nyata peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. Kami ingin masyarakat menyadari bahwa dari limbah pun bisa lahir peluang,” kata Edi Ilimu.

Kegiatan ini menjadi contoh sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal. Ke depan, Desa Gumanano diharapkan mampu menjadi desa mandiri energi sekaligus desa produktif yang mengelola sumber daya alamnya secara berkelanjutan. (eno)

Artikel ini telah dibaca 126 kali

Baca Lainnya

Membuka Kesempatan melalui Pendidikan, Vale Indonesia Serahkan Ijazah Paket C bagi Masyarakat di Pomalaa

9 Oktober 2026 - 08:48 WITA

Mahasiswa USN Kolaka Ukir Prestasi pada Ajang KMI Expo XVII

2 Oktober 2026 - 12:04 WITA

APDESI Kolaka Bangun Kolaborasi dengan USN untuk Majukan Desa

23 September 2026 - 15:50 WITA

Investasi pada Pendidikan, PT Vale Luncurkan Beasiswa Mota’u untuk Generasi Unggul Morowali

17 September 2026 - 15:42 WITA

Perkuat Ketahanan Energi, PT Vale Integrasikan Pengelolaan SDA dan Inovasi Rendah Karbon

16 September 2026 - 16:36 WITA

Pengabdian di Desa Wakea Kea Tuntas, Mahasiswa KKN USN Kolaka Wariskan Program Digitalisasi hingga Fasilitas Publik

7 September 2026 - 08:35 WITA

Trending di Pendidikan