Menu

Mode Gelap

Nasional · 21 Agu 2025 11:10 WITA ·

Ciptakan Keamanan Investasi Hilirisasi Nikel, Ceria dan Polda Sultra Teken MoU


 Penandatanganan MoU antara PT Ceria dengan Polda Sultra. Perbesar

Penandatanganan MoU antara PT Ceria dengan Polda Sultra.

JAKARTA – PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) terus berupaya menciptakan keamanan yang kondusif dalam berinvestasi demi mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni hilirisasi nikel, dengan menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra), Rabu (20/8/2025) di Bimasena The Dharmawangsa Jakarta.

MoU dan Perjanjian Kerja Teknis terkait Bantuan Pengamanan dan Penegakan Hukum dalam pelaksanaan operasional perusahaan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra, dihadiri Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, Karo Ops, Kombes Pol. Wasis Santoso, Dirpamobvit, Kombes Pol. Andi Herman, Derian Sakmiwata (CEO Ceria Corp), Abdul Haris Tatang (Presiden Direktur PT Ceria Nugraha Indotama), Drifki Sakmiwata (Deputy CEO), Pieter Sampetoding (Direktur Operation Support PT Ceria Nugraha Indotama), Asep Susilo (Direktur Human Capital PT Ceria Nugraha Indotama), Imelda Kiagoes (Corporate Secretary), serta jajaran manajemen Ceria Corp lainnya.

Presiden Direktur PT Ceria Nugraha Indotama, Abdul Haris Tatang menekankan pentingnya pengamanan yang kondusif dalam mendukung investasi dan keberlangsungan usaha. Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara perusahaan dan aparat penegak hukum merupakan faktor penentu keberhasilan investasi jangka panjang.

“Penandatanganan ini sangat penting bagi kami, karena sesungguhnya apalah artinya sebuah usaha bila tidak didukung dengan keamanan yang terjaga. Kami berharap kehadiran Ceria di Sulawesi Tenggara dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi daerah. Semua itu dapat terwujud dengan adanya rasa aman bagi investor maupun masyarakat,” katanya.

Abdul Haris Tatang menegaskan selain MoU sangat penting demi kebersamaan semua orang, MoU ini juga menjadi pelindung dalam mengamankan aset nasional.

Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko menegaskan bahwa Polda Sultra siap memberikan pengamanan terbaik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, termasuk PT Ceria. Ditambah lagi, Ceria merupakan perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Objek Vital Nasional (Obvitnas).

“Sulawesi Tenggara memiliki banyak PSN dan Obvitnas, termasuk Ceria. Dengan adanya MoU ini, Polda Sultra memiliki dasar hukum yang kuat sekaligus tanggung jawab moral untuk memberikan pengamanan terbaik bagi Ceria. Ini adalah komitmen nyata dalam mendukung keberlangsungan investasi dan menjaga ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Ceria sebagai perusahaan pertambangan dan pemurnian nikel karya anak bangsa yang membawa semangat kemandirian nasional di sektor hilirisasi nikel memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat lokal, sekaligus mendukung program hilirisasi industri yang menjadi program prioritas pemerintah.

Komitmen ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, memberdayakan tenaga kerja lokal, serta memastikan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Sementara CEO Ceria Corp, Derian Sakmiwata, juga menegaskan bahwa Ceria adalah perusahaan nasional yang dibangun dengan standar global yang berorientasi pada keberlanjutan, serta didukung oleh mitra strategis dari sektor swasta maupun BUMN.

Adapun sebelumnya Ceria telah berhasil melaksanakan produksi perdana Smelter ‘Merah Putih’ pada April 2025 lalu, serta sukses melakukan ekspor perdana Low-Carbon Ferronickel (FeNi) pada awal Juli 2025 lalu.

“PT Ceria merupakan perusahaan nikel yang berbendera merah putih,” katanya.

Smelter ‘Merah Putih’ ini didukung oleh Bank Mandiri dan PLN, pertama di Indonesia perusahaan swasta yang berkolaborasi dengan BUMN. Begitupun mayoritas pekerja di Ceria adalah warga lokal sebanyak 70 persen yang berasal dari Ring 1 di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.

“Karena itu, keamanan dan kenyamanan berinvestasi menjadi sangat penting. Kami percaya bahwa Polda Sultra dapat mendukung penuh keberlangsungan investasi ini,” ungkapnya.

Penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Teknis ini menandai langkah strategis Ceria dalam memastikan keberlangsungan investasi yang aman, kondusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pembangunan ekonomi nasional maupun daerah.

Dengan adanya komitmen bersama ini, Ceria dan Polda Sultra menegaskan bahwa keberhasilan investasi terletak pada terwujudnya rasa aman, kepastian hukum, dan sinergi antar pemangku kepentingan. Kerja sama ini sekaligus menjadi tonggak penting bahwa
investasi yang aman adalah kunci bagi keberlanjutan, dan keberlanjutan adalah fondasi bagi kemajuan bangsa. (red)

Artikel ini telah dibaca 62 kali

Baca Lainnya

Raih Penghargaan di ESG Appreciation 2025, PT Vale Indonesia Perkuat Peran sebagai Pelopor Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Komunitas

20 November 2025 - 20:41 WITA

Capai Peringkat Risiko ESG Terbaik, PT Vale Indonesia Masuk Daftar 15 Perusahaan Pertambangan Berisiko Terendah di Dunia

14 November 2025 - 20:14 WITA

Inovasi Otomasi Rasio Slag Furnace Berbasis Machine Learning PT Vale Raih Gold Achievement di OPEXCON 2025

14 November 2025 - 20:06 WITA

Raih Penghargaan Subroto 2025 untuk Kinerja PPM, Program PT Vale Indonesia “Matano Iniaku” Jadi Bukti Nyata Pertambangan yang Menghidupkan Alam dan Manusia

26 Oktober 2025 - 11:13 WITA

Indonesia di Pusat Mineral Kritis: Menempa Masa Depan Energi Berkelanjutan

11 Oktober 2025 - 10:53 WITA

Program Health Improvement PT Vale IGP Morowali Raih Platinum Champion dan Special Achievement BISRA 2025

1 Oktober 2025 - 14:17 WITA

Trending di Nasional